Pemilihan Ketua OSIS

Hari Guru
       Saya yakin, siapapun orang yang ada disini pasti sudah mengetahui siapa yang disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Guru, adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kenapa dia disebut dengan pahlawan?  Tentunya karena seorang guru sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Sosok seorang guru memang berbeda dengan pahlawan yang gugur di medan perang, pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya, namun guru adalah orang yang mau membagikan ilmunya, menjadi sosok pengganti orang tua di sekolah, seseroang yang mampu merubah pola pikir kita sehingga bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik. karena inilah guru disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa, tidak seperti pahlawan yang gugur di medan perang yang diberi gelar pahlawan reformasi, pahlawan revolusi dan pahlawan nasional.
Setiap tanggal 25 november  kita akan memperingati hari guru. Apakah anda semua tahu apa makna hari guru tersebut? Apakah disetiap sekolah mempunyai tradisi untuk memperingati hari guru? Dan apakah hari guru merupakan salah satu hari libur nasional?
Saya akan menjawab untuk pertanyaan awal, sebenarnya saya juga bingung memaknai hari guru, karena jika kita berbicara makna berarti kita mengaitkannya dengan sejarah. Berdasarkan referensi yang saya dapat, lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada tanggal 25 nov 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, merupakan cikal-bakal organisasi PGRI. Di mana organisasi ini diisi oleh para Guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Diperingatinya tanggal ini sebagai Hari Guru Nasional adalah berdasarkan Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 78 Tahun 1994 hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada guru.
Di sini saya menarik kesimpulan, bahwa hari guru mempunyai makna sebagai bentuk penghormatan kepada guru  atas jasa-jasa yang telah dilakukannya selama ia mengajar. Berarti dapat disimpulkan bahwa pada setiap tanggal 25 nov setiap tahunnya hari ini dianggap sebagai hari ulang tahun guru se-indonesia.
Untuk pertanyaan kedua, tentunya setiap sekolah mempunyai tradisi dalam memperingati hari guru, mungkin ada yang membuat perlombaan para guru, sekedar upacara saja dan bahkan memberi hadiah atau bunga kepada para guru bahkan sama sekali menganggap hari ini adalah hari biasa saja, dan ini sekaligus menjawab pertanyaan saya yang ketiga, bahwa hari guru bukanlah merupakan hari libur nasional karena pada umumnya sekolah tidak akan libur dihari ini.
Pada saat hari Guru apakah anda sebagai seorang murid memperlakukan guru Anda  secara istimewa, Seperti Anda dilakukan secara istimewa dari orang-orang terdekat anda?atau hari ini berlalu seperti hari biasa ? mungkin seorang guru tidak mengahrapkan sebuah kado yang mewah dari kita, sebuah ucapan selamat yang indah dari kita ataupun kejutan indah dari kita, karena saya yakin semua guru melakukan pekerjaan secara mulia berbagi ilmu dengan ihklas, ihklas dalam membimbing kita, mensupport kita dan memberikan hal-hal positif lainnya yang patut kita contoh…coba renungkan sejenak, apakah kamu sedih ketika dihari ulang tahun kamu tak seorangpun memberikan kejutan kepadamu? Tak seroangpun mengucapkan kata selamat kepadamu? Dan kamu sendiri bisa menjawabnya bagaimana perasaan seorang guru tersebut.
Guru mungkin tidak berharap ucapan selamat dari kita, tidak berharap hadiah dari kita, kejutan indah dari kita tapi sudah semestinya kita memperlakukannya secara istimewa seperti orangtua kita, karena mereka adalah orangtua pengganti jika di sekolah. Tanpa mereka kita tidak bisa membaca, tanpa mereka kita tidak bisa menulis, tanpa mereka kita tidak bisa berhitung, tanpa mereka kita bisa menjadi seorang profesor, tidak bisa menjadi dokter, ataupun profesi yang saat ini kita miliki karena mereka adalah pahlawan kita, pahlawan tanpa tanda jasa, seorang yang memberikan jasa yang tidak bisa dibayar dengan apapun karena pengabdian mereka yang murni, tulus berbagi ilmu.
Kita tidak harus memberikan hadiah yang indah kepada mereka, ucapan selamat yang berlebihan, tetapi cukup menghormatinya, menghargainya dan menyanyanginya dan yang paling penting anggaplah dia sebagai orangtua kita sebagaimana beliau menganggap kita sebagai anak mereka sendiri.
Semoga kita bisa mengambil maknanya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita, dan semoga para guru yang ada di Indonesia selalu berjaya.amin…

Maulid Nabi Muhammad SAW

Refleksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Teladan untuk Anak Muda ‘Jaman Now’

  Seperti yang khalayak
ketahui, tanggal 12 Rabi’ul Awal diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW.
Untuk menyambutnya, umat islam, khususnya di Indonesia, biasanya akan menggelar
acara seperti Tabligh Akbar dan juga Shalawatan. Bagi yang
merayakan Maulid Nabi, tentu mereka memiliki dalil terkuat yang mereka ambil,
dan bagi yang tidak merayakannya sebab itu pendapatnya, maka tidak mengapa.
Terlepas dari perdebatan boleh tidaknya merayakan Maulid Nabi,
perayaan-perayaan tersebut tentu saja didasarkan atas rasa cinta pada Nabi
Muhammad SAW  dan bertujuan untuk meningkatkan kembali semangat islam
seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Namun,
sangat disayangkan sekarang ini peringatan Maulid Nabi banyak yang melenceng
dari tujuan awalnya. Maulid Nabi kini hanya sebatas tradisi ritual tahunan
belaka dan tidak memberikan efek yang berarti bagi masyarakat. Ceramah-ceramah
yang disampaikan pada Maulid Nabi pun biasanya hanya seputar akhlak dan
kepribadian Rasulullah saja. Padahal masih banyak hal dalam diri Rasulullah
yang perlu diteladani, seperti Rasulullah sebagai Rasul sekaligus sebagai
kepala negara yang mengurusi umat.

Jika kita tengok sejarah awal berdirinya Daulah Islam di
Yastrib (Madinah), Rasulullah berhasil menyatukan berbagai macam suku di bawah
naungan islam. Beliau juga mendamaikan pertikaian antara suku ‘Aus dan suku
Khazraj yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Rasulullah membuktikan
bahwa ikatan aqidah islam merupakan ikatan tertinggi yang mampu mengalahkan
berbagai ikatan-ikatan lain, termasuk ikatan kesukuan.

Sebagai Rasul dan juga kepala negara, Rasulullah juga
senantiasa berusaha mendakwahkan islam ke seluruh penjuru dunia dengan mengirim
utusan-utusannya ke negeri-negeri di luar Madinah, termasuk ke dua imperium
besar yang sudah berusia ribuan tahun, yaitu Persia dan Romawi. Maka, dalam
kurun waktu kurang dari 30 tahun, Rasulullah berhasil membuat wilayah Persia
yang seluas 7.400.000 km2 masuk ke dalam wilayah islam. Hingga hari ini, tidak
ada satu pun negara yang berkembang sepesat Daulah Islam.

Rasulullah benar-benar telah membesarkan nama islam. Bahkan
sepeninggal Rasulullah, Daulah Islam terus berkembang hingga memiliki luas
20.000.000 km2 dan wilayahnya terbentang hingga dua per tiga dunia. Pada masa
itu Islam benar-benar berjaya di mata dunia.

Namun, jika melihat kondisi sekarang sungguh sangat
berkebalikan. Dulu dengan sistem Islam, Rasulullah mempu menyatukan berbagai
macam suku, ras, dan juga Agama. Bahkan agama Islam, Nasrani, dan Yahudi hidup
berdampingan dengan damai di bawah naungan islam. Hari ini, di Indonesia yang
notabene luas wilayahnya jauh lebih kecil dibanding luas wilayah Daulah Islam,
dalam internal agama Islam saja banyak terjadi perdebatan yang sebenarnya tidak
perlu diperdebatkan.

Padahal mereka sama-sama satu aqidah yaitu Islam. Tidak
seharusnya seorang muslim mengatakan muslim lainnya sesat hanya karena berbeda
pendapat. Perbedaan pendapat adalah suatu hal yang pasti. Seperti yang terjadi
baru-baru ini ada seorang ustadz yang kajiannya dibubarkan oleh kelompok Islam
hanya karena mereka berbeda pendapat. Sungguh miris melihat peristiwa semacam
itu terjadi di negeri yang mayoritas muslim.     

Pemuda muslim ‘jaman now’ pun, tidak merasa bangga akan
Islam. Hari ini, cinta mereka sudah banyak yang tergadai untuk duniawi saja.
Mungkin secara fisik, kita memang merdeka, namun secara pemikiran kita masih
terjajah dengan pemikiran-pemikiran barat seperti sekulerisme dan liberalisme.
Daya kritis para pemuda telah dialihkan ke hal-hal yang tidak berfaedah. Mereka
menjadi cenderung apatis dan hanya mementingkan kebahagiaan diri sendiri.

Belum lagi melihat kondisi umat islam di Palestina, Suriah,
serta Rohingya. Sungguh sangat menyedihkan. Jika di sini kita masih terjajah
secara pemikiran, mereka di sana terjajah secara fisik. Mereka dibunuhi,
rumah-rumah mereka di hancurkan, harta mereka dirampas dan lucunya tidak ada
negeri muslim yang mengirim tentara untuk menolong mereka. Bukankah Rasulullah
sudah mengatakan bahwa Islam adalah satu tubuh, yang jika satu anggota badan
sakit maka satu tubuh itu akan merasakannya? Tapi nyatanya sekarang ini umat
islam terpecah belah. Umat islam tidak lagi di bawah satu komando yaitu sistem
islam.

Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya dijadikan momentum untuk
membangkitkan kembali kesadaraan persatuan umat dan juga semangat keagamaan
serta membakar ghirah semangat islam bagi kaum muslimin, khususnya anak muda ‘jaman
now’ yang sekarang lebih hafal tanggal ulang tahun artis idola ketimbang
tanggal Maulid Nabi.

Pada zaman Rasulullah tidak ada satu hal pun yang diatur
tanpa aturan islam, begitu juga di masa Daulah Islam sepeninggal Rasulullah.
Maka pada masa itu muncul banyak pemuda pemudi muslim yang hebat. Anak-anak
gaul pada zaman itu adalah anak-anak yang mengenal dan hafal Al-Quran. Saat
bermain dan berkumpul pun yang dibicarakan adalah Al-Qur’an. Lalu bagaimana
dengan pemuda pemudi ‘jaman now’? pemuda yang suka pergi ke masjid dan
menghafal Al-Qur’an dikatakan kuno, sementara yang hafal lagu-lagu pop dan suka
nongki-nongki dikatakan gaul. Inilah akibat dari tidak diterapkannya aturan
islam secara menyeluruh.

Bangkitlah para pemuda muslim. Tengoklah bahwa islam dahulu
pernah berjaya. Tinggalkanlah hal-hal yang tak berfaedah sekarang juga dan mari
kenali islam lebih dalam. Saatnya berhijrah dari kegelapan maksiat menuju
cahaya islam.

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan yaitu mencari
sahabat sholih yang selalu bisa mengajak kita melakukan kebaikan. Sulit jika
kita harus berpegang teguh pada islam sendirian. Akan lebih mudah jika
bergabung dalam jamaah karena kita akan menemukan sahabat-sahabat taat yang
juga berusaha untuk menjadi sholeh dengan berdakwah di jalan Allah.

 Islam pun mewajibkan
kita untuk bergabung dalam jamaah, seperti yang disebutkan dalam hadis, “Wajib
atas kalian untuk bersama dengan Al-Jama’ah dan berhati-hatilah kalian dari
perpecahan. Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, sedangkan dari
orang yang berdua dia lebih jauh. Barang siapa yang menginginkan
tengah-tengahnya (yang terbaiknya) surga maka hendaklah dia bersama jamaah.
Barang siapa yang kebaikan-kebaikannya menggembirakan dia dan
kejelekan-kejelekannya menyusahkan dia, maka dia adalah seorang mukmin.”
(shahih, HR At-Tirmdzi).

Maka, saatnya kita menyadari bahwa kini umat islam sedang
tidak baik-baik saja karena tidak adanya suatu kepemimpinan yang menyatukan
seluruh umat islam sehingga aturan islam belum bisa diterapkan secara total.
Mari jadikan peringatan Maulid Nabi ini menjadi pengingat kita agar selalu
meneladani Rasulullah SAW dan mengamalkan semua yang diajarkan beliau. Rapatkan
barisan dan buktikan cinta kita pada Rasulullah dengan berjuang agar Islam bisa
kembali diterapkan di seluruh lini kehidupan.

Penulis:

Wahyu Dyah Safitri

Serba Serbi Gema Muharram 1440 H dan Market Day di SIT Nurul Fajri

Salah satu sekolah menengah pertama swasta di kabupaten
Bekasi yakni SIT Nurul Fajri, mengadakan sebuah event untuk menyambut
bulan Muharram dengan tema Gema Muharram. Acara tersebut terdiri
dari Market Day, lomba guru dan murid, dan berbagai acara lainnya. S

ebagai sekolah yang didasari dengan Islam Terpadu, sudah sewajarnya
untuk selalu merayakan tahun baru Islam Hijriyah.
Gema Muharram merupakan sebuah acara
yang diadakan dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah. Acara ini diisi
dengan lomba-lomba Islami dan puncak acara berupa Bazar atau dalam bahasa umum disebut Market Day. Berbagai lomba dan acara menarik telah diikuti oleh
para murid maupun guru SIT Nurul Fajri. Dari murid SDIT sampai SMAIT ikut
merayakan tahun baru Hijriyah dan mendirikan stand tempat berjualan ketika Bazar atau Market Day. Lomba
untuk merayakan Gema Muharram sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya,
tapi puncak penghujung acara tersebut jatuh pada tanggal 6 Oktober 2018 di gedung
SMPIT Nurul Fajri.  Wali murid, anak-anak
beserta guru-guru SIT Nurul Fajri hadir dan ikut serta dalam perayaan Gema
Muharram tahun ini.

Lomba pertama yang diadakan dalam merayakan Gema Muharram adalah lomba Kreasi Hijab untuk para ibu guru SIT Nurul Fajri. Para ibu guru dengan antusias mengikuti lomba ini untuk meramaikan gema muharram.  Beragam kreasi hijab dibuat oleh para ibu guru, banyak jenis dan kreasi yang terlihat bagus dan cocok digunakan, tetapi tidak sedikit yang terlihat lumayan berbeda dan unik. Lomba kreasi hijab diikuti oleh beberapa tim yang terdiri dari tiga guru, dengan satu sebagai model dan sisanya mengkreasikan hijab untuk model. Dilain hari tepatnya pada hari Rabu, murid putra mengikuti lomba futsal dan badminton, sedangkan

murid putri melakukan kegiatan menanam tanaman apotek hidup. Di hari

berikutnya, murid putri yang mengikuti lomba olahraga sedangkan murid putra menanam tanaman apotek hidup. Tujuan dalam kegiatan penanaman tanaman apotek hidup ini tidak lain adalah untuk meningkatkan jumlah tanaman obat di sekolah yang juga sebagai sarana pembelajaran murid-murid. Para murid dianjurkan untuk membawa sebuah tanaman obat yang akan ditanam di sekitar lingkungan sekolah, menciptakan suasana sekolah yang bersih dan sehat. Diikuti dengan lomba olahraga dan pembiasaan menjaga lingkungan bersih. Oh iya, kegiatan ini juga dikarenakan karena SMP IT Nurul Fajri juara 1 sebagai sekolah sehat J

Kegiatan
lain yang diadakan oleh sekolah adalah menonton film G30S PKI sebagai
pembelajaran pentingnya Pancasila dan sejarahnya. Lalu di hari Jum’at, diadakan
lomba ‘Ranking 1’ untuk seluruh murid
kelas 6 SD dan 9 SMP, sedangkan kelas lainnya menyiapkan stand untuk bazar hari
Sabtu. Kegiatan bazar berlokasi di kantin Ikhwan dan kantin Akhwat.
Para murid dari berbagai kelas sudah mulai menyiapkan dan menghias stand-nya
dari pagi hari, beragam jenis hiasan dibuat dan ditempelkan ke masing-masing
stand mereka.

Keesokan harinya puncak acara Gema Muharram, hari Sabtu 6
Oktober diadakan Market Day dan lomba membuat nasi Tumpeng oleh wali murid.
Bermacam jenis produk dijual di berbagai stand yang berbeda, mulai dari
makanan, minuman, dan aksesoris. Sistem jual beli Market day menggunakan beberapa
jenis kupon dengan harga berbeda, dari seribu rupiah sampai puluhan
ribu. Pada pagi hari sebelum kegiatan bazar, terdapat pembukaan yang
menampilkan beberapa penampilan dari ekskul Angklung, Marawis, Paskibra, dan
penampilan kakak kelas SMA. Penampilan yang tidak ditampilkan pada tahun
sebelumnya langsung mendapatkan tepukan meriah dari para penonton. Terutama,
penampilan baris-berbaris yang ditampilkan oleh kelas 9, baru tahun ini kelas 9
membuat sebuah penampilan pembukaan untuk acara Market day. Ide ini sendiri
datang dari anggota OSIS kelas 9 untuk menampilkan sebuah penampilan
baris-berbaris yang cukup unik, yang lalu disetujui oleh dewan guru.

Penampilan pembukaan Market Day dan proses jual beli bazar
berjalan dengan cukup lancar. Sedangkan ketika para murid melakukan proses
bazar, wali murid dari kelas 1 sampai 9 mengikuti lomba membuat nasi Tumpeng.
Kegiatan bazar selesai sekitar jam 10 dan semua kelas yang memiliki stand mulai
menghitung pendapatan mereka masing-masing, sedangkan di aula gedung SMP, nasi
Tumpeng dari berbagai kelompok wali murid mulai dinilai, dan pemenang dari lomba-lomba
sebelumnya mulai diumumkan. Proses penilaian dan pengunguman pemenang lomba
memakan waktu yang cukup lama, beberapa murid memutuskan untuk langsung pulang.
Setelah diumumkannya pemenang lomba-lomba Gema Muharram, terdapat acara makan
bersama di kelas masing-masing. Setelah mengikuti berbagai lomba dan acara,
lalu diakhiri dengan penutup dan  makan
bersama wali murid dan wali kelas, para murid baru diperbolehkan pulang ke
rumah mereka masing-masing.

Gema
Muharram diadakan untuk merayakan tahun baru islam Hijriyah, berbagai lomba dan
acara diadakan oleh sekolah. Di waktu yang bersamaan, sekolah juga mengadakan
acara Bazar atau Market Day. Mempersiapkan dua acara bersamaan bukanlah hal
yang mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan oleh panitia pengurus acara.
Lomba dan acara yang diadakan tidak hanya sembarang lomba dan acara biasa,
lomba dan acara yang diadakan merupakan lomba-lomba dan acara-acara Islami yang
memiliki kandungan makna tersendiri. Dalam merayakan tahun baru Hijriyah ini,
SIT Nurul Fajri mengajak seluruh warga sekolahnya untuk berlomba dan mengikuti
acara Islami yang bermanfaaat untuk kepribadian para murid maupun orangtua dan
guru-guru SIT Nurul Fajri.

Beberapa Kumpulan Foto :

Tinggalkan Balasan