Kegiatan SIT Nurul Fajri

SMPIT Nurul Fajri Memulai Ekskul Panahan 
 
 
Nurul Fajri merupakan sekolah islam terpadu, sudah menjadi hal biasa bila didalam kegiatan belajar mengajar disini berhubungan dengan keagamaan. Setiap hari para murid dibiasakan melaksanakan sunnah-sunnah dan berbagai macam ibadah. Diantaranya adalah olahraga yang disunnahkan, yaitu olahraga memanah.
“Awalnya panahan hanyalah sebuah club berbayar khusus untuk anak SMA, namun perlahan akhirnya bisa menjadi ekskul yang dapat diikuti murid dari semua kelas” Ujar Pak Fajri, pengusul ide ekskul panahan. Panahan yang tiba-tiba menjadi ekskul ini langsung memiliki banyak peminat, sekitar 51 murid ingin bergabung menjadi anggota ekskul ini. “Malahan sebaliknya, yang menjadi hambatan adalah bagaimana meminimalisir murid bukannya mendapatkan anggota…” Jawab Pak Budiyatno, salah satu pembimbing ekskul panahan SMP.
Jumlah anggota yang dapat diterima dalam ekskul ini adalah 15 putra dan 15 putri. Para murid yang berhasil masuk menjadi anggota ekskul ini merasa bangga, walaupun mereka harus membeli sendiri peralatan mereka berupa anak panah, orang tua mereka tetap mengizinkannya. Bagi mereka hal tersebut sudah sewajarnya, dan mereka menerimanya. Ekskul ini memang masih kekurangan peralatan, tetapi hal tersebut tidak menurunkan minat para murid untuk tetap mengikuti ekskul ini.
 
Beberapa murid masuk ke ekskul tersebut karena ingin mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, beberapa karena penasaran, dan ada juga yang datang dari game memanah. Para murid memiliki motivasi tersendiri dalam mengikuti kegiatan ekskul memanah ini.
Kebanyakan murid juga sering mengeluh kesulitan mengikuti ekskul tersebut, beberapa alasan adalah karena susahnya menarik panahan. Tapi di lain sisi hal tersebut memang untuk pelatihan fisik para murid, beberapa bertekad untuk tetap maju seberat apapun halangannya. Menurut para murid yang mengikuti ekskul ini, pelatihan dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan. Pelatih dan pembimbing yang baik dan tegas di waktu yang bersamaan mengarahkan para murid bagaimana cara memanah yang baik dan benar.
Kegiatan ekskul ini dimulai dari pemanasan, kemudia simulasi bagaimana cara memanah yang benar dan baik. Di ekskul ini juga, para murid diajarkan bagaimana cara menjaga dan merawat panahan agar tidak cepat rusak dan cacat. Tidak semua murid telah membeli peralatan anak panah, jadi dilakukanlah proses rotasi atau bergantian. Beberapa murid juga mengaku dengan mengikuti ekskul panahan ini mereka mendapatkan teman baru.
 
Bagi para pelatih sendiri, kesulitan dalam melatih para murid tergantung dalam keseriusan para murid dalam mengikuti ekskul panahan ini. “Bapak senang dengan anak yang antusias…” sebut Pak Budiyatno. Tetapi, sebelum bisa menjadi pelatih atau pembimbing dalam ekskul ini, para guru akan dilatih pelatihan khusus diluar sekolah. “Ada, TFT yaitu Training for Trainer dari luar sekolah” jawab Pak Fajri, penanggung jawab ekskul panahan tersebut.
Dalam melatih dan membimbing para murid tentu saja ada halangan, ada saja murid yang kurang berminat kareba belum pernah mencoba. Capek fisik dan membutuhkan energi ekstra juga merupakan kesulitan bagi para pelatih. Perlengkapan yang cukup mahal, ditambah gaji yang sama dengan ekskul lainnya merupakan halangan yang dialami para pelatih ekskul panahan.
Saat ini perlengkapan yang dimiliki oleh ekskul ini adalah panahan standar nasional berjumlah 7 paket, dan standar internasional berjumlah 3 paket. Satu paket panahan lokal memiliki harga kisaran 1,5 juta Rupiah. Meski begitu mereka tetap semangat dalam melatih para siswa siswi, dikarenakan dari awal olahraga panahan merupakan sunnah Rasul. Selain menjalankan sunnah Rasul juga menghimbau anak-anak atau orang-orang lain untuk menjalankan sunnah tersebut. Pelatihpun semakin bangga ketika berhasil melatih para murid dalam ekskul panahan ini.